Pengikut

Senin, 21 November 2016

REVIEW “SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA KERUSAKAN TELEVISI DENGAN METODE FORWARD CHAINING MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL”

1.Bidang yang dikembangkan
Pada papper ini bidang yang dikembangan oleh penulisnya yaitu pengembangan sistem pakar dengan menggunakan metode forward chaining  yang dibuat dengan PHP dan MySQL sehingga dapat membantu mendiagnosa kerusakan televisi dan memberikan solusi atas kerusakan tersebut.
2.Permasalahan (Problem)
Permasalahan secara umum terjadi  karena televisi merupakan salah satu media informasi dan komunikasi yang populer saat ini.  Patut disayangkan jika pengetahuan masyarakat yang tertarik tentang televisi umumnya masih kurang sehingga dalam perawatan maupun pengoperasiannya menjadi kurang maksimal. Terkadang untuk mencari sumber kerusakan secara cepat menjadi suatu kendala tersendiri yang harus dipecahkan. Permasalahan kerusakan televisi secara garis besar dapat dibedakan dalam enam kategori yaitu kerusakan pada power supply, kerusakan pada integrated circuit program, kerusakan pada antena / tuner, kerusakan pada bagian vertikal/horisontal, kerusakan pada suara, dan kerusakan pada bagian warna.
3.Solusi
Solusi dari permasalahannya,  sesuai dengan kemampuan dari sistem pakar yang merupakan salah satu cabang dari ilmu kecerdasan buatan yaitu mampu meniru penalaran dari seorang pakar pada bidang ilmu tertentu. Sistem aplikasi ini membantu pakar televisi maupun masyarakat dalam melakukan konsultasi kerusakan televisi secara efektif dan efisien.  Perancangan aplikasi sistem pakar ini menggunakan metode forward chaining yang digunakan untuk menguji faktor-faktor yang dimasukkan dengan aturan yang disimpan dalam sistem hingga dapat diambil suatu keputusan.
4.Kontribusi
Kontribusi dari penelitian ini adalah membantu pengguna televisi  mendiagnosa masalah atau kerusakan pada televisi dengan aplikasi yang telah dibangun dan dirancang , sehingga kerusakan yang dialami dapat diketahui dan dapat diatas dengan solusi yang diberikan.
5. Kritik
 1. Sistem pakar ini hendaknya dilakukan evaluasi sistem secara berkala sehingga dapat dihasilkan sistem yang lebih baik.
2. Sistem pakar ini hanya menggunakan beberapa contoh gejala-gejala dan jenis kerusakan yang ada saat ini dan masih terbatas, namun demikian perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam bidang elektronika sangatlah pesat, sehingga data-data kerusakan yang ada pada sistem ini masih perlu dikembangkan lagi.
Daftar Pustaka
Arhami, Muhammad, 2005, Konsep Dasar Sistem Pakar, Andi, Yogyakarta.
Giarratano, Joseph. 1998. Expert Systems Principles and Programming. PWS Publishing Company, a division of Thomson Learning. USA.
Hartati, Sri dan Sari Iswanti. 2008. Sistem Pakar dan Pengembangannya. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Jogiyanto, HM. 2005. Analisa & Desain. Andi. Yogyakarta
Kusrini. 2006. Sistem Pakar Teori dan Aplikasi. Andi. Yogyakarta
Kusumadewi, Sri, 2003, Artitificial Intelegence (Teknik dan Aplikasinya). Graha Ilmu. Yogyakarta
Madcoms. 2010. Kupas Tuntas Adobe Dreamweaver CS5 dengan Pemrograman PHP & MySQL. Andi. Yogyakarta
Mandal, Indrajit. 2010. An Expert System for Diagnosis of Human Diseases. 1(13) : 71-73
Nugroho, Bunafit. 2007. Membuat Aplikasi Sistem Pakar dengan PHP dan Editor Dreamweaver. Gava Media. Yogyakarta
Pressman, Roger S. 1997. Software Engineering:A Practitioner’s Approach. The McGraw-Hill Companies Inc. Terjemahan Hamaningrum, LN.2002. Rekayasa Perangkat Lunak : Pendekatan Praktisi. Andi. Yogyakarta
Sholiq. 2006. Pemodelan Sistem Informasi Berorientasi Obyek dengan UML. Graha Ilmu. Yogyakarta
Sidik, Betha. 2003. MySQL. Informatika Bandung. Bandung
Turban, E, 1995, Decision Support System and Expert System. Prentice Hall International Inc. New Jersey
Wahana Komputer. 2010. Panduan Belajar MySQL Database Server. Media Kita. Jakarta
Wahyono, Teguh. 2005. PHP Triad Fundamental, Gava Media. Yogyakarta

Yakub. 2008. Sistem Basis Data Tutorial Konseptual. Graha Ilmu. Yogyakarta

Senin, 25 April 2016

SIX SIGMA

SIX SIGMA 
5.  Metode Six Sigma

Pengertian Six  Sigma
Secara umum, Six Sigma adalah suatu metodologi yang dipergunakan untuk melakukan upaya perbaikan dan peningkatan proses yang berkesinambungan atau terus menerus (Continuous Improvement). SIX SIGMA berasal dari kata SIX yang berarti enam (6) dan SIGMA yang merupakan satuan dari Standard Deviasi yang juga dilambangkan dengan simbol σ, Six Sigma juga sering di simbolkan menjadi 6σ. Makin tinggi Sigma-nya, semakin baik pula kualitasnya. Dengan kata lain, semakin tinggi Sigma-nya semakin rendah pula tingkat kecacatan atau kegagalannya. Seperti Tabel konversi Sigma dibawah ini.
Strategi yang dilakukan oleh Six Sigma adalah :
  • Fokus terhadap Kepuasan dan Kebutuhan Pelanggan (Customer Focused)
  • Menurunkan tingkat kecacatan (Reduce Defect)
  • Berkisar di sekitar Pusat Target (Center around Target)
  • Menurunkan Variasi (Reduce Variation)
Konsep dasar dari Six Sigma sebenarnya berasal dari gabungan Konsep TQM (Total Quality Management) dan Statistical Process Control (SPC) dimana kedua konsep tersebut berasal dari pemikiran-pemikiran para pakar seperti Deming, Ishikawa, Walter Shewhart dan Crossby. Dalam perkembangannya, Six Sigma yang mulanya adalah sebuah metric berkembang menjadi sebuah  Metodologi dan saat ini sudah menjadi sebuah Sistem Manajemen.

Dalam Penerapan Six Sigma, target atas kecacatan atau kegagalan proses dikontrol dalam target 3,4 DPMO (Defects per Million Opportunities  atau Kegagalan per sejuta kesempatan) yang artinya dalam 1 Juta unit produk yang diproduksi hanya ada 3,4 unit yang cacat. Berarti perusahaan memproduksi produk dengan tingkat kepuasan pelanggan mencapai 99,9997%.

a. Define (D)
Langkah ini adalah langkah operasional awal dalam program peningkatan kualitas six sigma. Pada tahap define ada 2 hal yang perlu dilakukan yaitu:
·         Mendefinisikan proses inti perusahan
·         Mendefinisikan kebutuhan spesifik kebutuhan pelanggan
  1. Pendefinisian Kriteria Pemilihan Proyek Six Sigma, dimana pemilihan proyek terbaik adalah berdasarkan identifikasi proyek yang terbaik sepadan dengan kebutuhan, kapabilitas, dan tujuan organisasi sekarang.
  2. Pendefinisian Peran Orang-orang yang Terlibat dalam Proyek Six Sigmasesuai dengan pekerjaannya
  3. Pendefinisian Kebutuhan Pelanggan dalam Proyek Six Sigma berdasarkan kriteria pemilihan proyek Six Sigma dimana proses transformasi pengetahuan dan metodologi Six Sigma melalui sistem pelatihan yang terstruktur dan sistematik untuk kelompok orang yang terlibat dalam programSix Sigma.
  4. Pendefinisian Proses Kunci Beserta Pelanggan dari Proyek Six Sigma yang dilakukan sebelum mengetahui model proses “SIPOC (Suppliers-Inputs-Processes-Outputs-Customers)”. SIPOC adalah alat yang berguna dan paling banyak digunakan dalam manajemen dan peningkatan proses. Atau “SIRPORC (Suppliers-Inputs Requirements-Processes-Output Requirements-Customers) apabila kebutuhan Input dan Output dimasukkan ke dalam SIPOC dan persyaratan Output harus berkaitan langsung dengan kebutuhan pelanggan.
  5. Pendefinisian Kebutuhan Spesifik dari Pelanggan yang Terlibat dalam Proyek Six Sigma
  6. Pendefinisian Pernyataan Tujuan Proyek Six Sigma, dimana pernyataan tujuan proyek yang harus ditetapkan untuk setiap proyek Six Sigma terpilih adalah benar apabila mengikuti prinsip SMART, yaitu Spesifik, Measureable, Achievable-Result-oriented, Time-bound.
  7. Daftar Periksa pada Tahap DEFINE (D) untuk memudahkan sekaligus meyakinkan kita bahwa kita telah menyelesaikan tahap DEFINE (D) dengan baik.
b. Measure (M)
Dalam langkah yang kedua dalam tahapan operasional pada program peningkatan kualitas Six Sigma terdapat 3 hal pokok yang dilakukan yaitu: 
·         Menentukan karakteristik kualitas kunci
·         Mengembangkan rencana pengumpulan data
·         Pengukuran baseline kinerja

c. Analyze (A)
Analyze merupakan langkah operasional ketiga dalam program peningkatan kualitas. Pada tahap ini, tiga hal yang perlu dilakukan yaitu:
·         Menentukan stabilitas dan kemampuan proses
·         Menentukan target kinerja dari karakteristik kualitas kunci
Konseptual penetapan target kinerja dalam program pendekatan kualitas Six Sigma merupakan hal yang sangat penting, oleh karena itu harus mengikuti prinsip dari SMART (specific-measurable-achievabl-result oriented-time bound) yaitu :
o    Specific, target kinerja berkaitan langsung dengan peningkatan kinerja dari setiap karakteristik kualitas kunci yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pelanggan dan mempengaruhi kepuasan pelanggan.
o    Measurable, target kinerja harus dapat diukur dengan menggunakan indikator pengukuran yang tepat, guna mengevaluasi keberhasilan, peninjauan ulang, dan tindakan perbaikan di waktu mendatang.
o    Achievable, target kinerja peningkatan kualitas harus dapat dicapai melalui usaha yang menantang.
o    Result-oriented, target kinerja dari peningkatan kualitas harus berfokus pada hasil-hasil berupa peningkatan kinerja karakteristik kualitas kunci.
o    Time-bound, target kinerja harus menetapkan batas waktu pencapaian target karakteristik kualitas kunci dan target tersebut harus tercapai pada batas waktu yang telah ditetapkan.
·         Mengidentifikasi sumber-sumber dan akar penyebab masalah kualitas
Pada proses analyze terdapat pemilihan peta kontrol yang disini digunakan peta kontrol-u karena data yang digunakan adalah data atribut dengan ukuran sampel yang berbeda-beda. Data yang dikumpulkan berupa jumlah ketidaksesuaian dalam sampel. Banyaknya ketidaksesuaian rata-rata per unit dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
d. Improve (I)
Setelah sumber-sumber dan akar penyebab masalah kualitas teridentifikasi, maka perlu dilakukan penetapan rencana tindakan untuk melakukan peningkatan kualitas Six Sigma. Pada dasarnya rencana-rencana tindakan akan mendeskripsikan tentang alokasi sumber-sumber daya serta prioritas dan/atau alternatif yang dilakukan dalam implementasi dari rencana tersebut.
e. Control (C)
Sebagai bagian dari pendekatan Six Sigma, perlu adanya pengawasan untuk meyakinkan bahwa hasil yang diiginkan sedang dalam proses pencapaian. 

http://sixsigmaindonesia.com

Rabu, 23 Maret 2016

TUGAS 2


Ada lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup atau proses layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah :



1. Define
Define adalah penetapan sasaran dari aktivitas peningkatan kualitas Six Sigma. Pada bidang operasional sasaran tersebut dapat berupa penurunan tingkat produk cacat dan biaya operasional serta peningkatan output produksi dan produktivtas.

2. Measure
measure merupakan tahap dimana melakukan pemetaan proses, pengevaluasian sistem pengukuran dan menaksir kemampuan baseline kinerja dalam perusahaan.

3.Analisis
merupakan tahap dimana perusahaan harus mencari dan memahami mengapa produk-produk cacat dapat terjadi. Pada tahap ini, perusahaan melalui Six Sigma mereka, mencari input mana saja yang mempengaruhi kualitas output.

4. Improve
Pada langkah ini ditetapkan suatu rencana tindakan untuk meningkatkan kualitas Six Sigma. Tim peningkatan kualitas harus mengetahui target yang harus dicapai,

5. Control
Pada tahap ini hasil-hasil peningkatan kualitas didokumentasikan dan disebarluaskan, praktek-praktek terbaik yang sukses dalam meningkatkan proses distandarsasikan dan disebarluaskan,

Masalah : Sebuah perusahaan produk peternakan mengalami kehilangan di 100 kiosnya
analisis six sigma : Masalah tersebut berawal dari panen apel yang selalu di salahsatu apel tersebut ada yang cepat membusuk. Apel yang cepat membusuk tersebut disimpan di tempat yang sama dengan apel apel lainnya, sehingga kebusukan pada apel pertama menular ke apel lainnya. mengetahui hal tersebut, perusahaan tersebut kemudian melakukan penyimpanan apel dengan membungkusnya terpisah atau 1 per satu jadi masalah tersebut pun terpecahkan

Sumber Ref:
http://anita-widynugroho.blogspot.co.id/2011/03/six-sigma.html

TUGAS 1

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library Adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaaninfrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktik TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.
Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-andengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).
Pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:
1.             Service Strategy
2.            Service Design
3.            Service Transition
4.            Service Operation
5.            Continual Service Improvement
Kelima bagian tersebut dikemas dalam bentuk buku, atau biasa disebut sebagai core guidance publications. Setiap buku dalam kelompok utama ini berisi:
  •   Practice fundamentals – menjelaskan latar belakang tahapan lifecycle serta kontribusinya terhadap pengelolaan layanan TI secara keseluruhan.
  •  Practice principles – menjelaskan konsep-konsep kebijakan serta tata kelola tahanan lifecycle yang menjadi acuan setiap proses terkait dalam tahapan ini.
  • Lifecycle processes and activities – menjelaskan berbagai proses maupun aktivitas yang menjadi kegiatan utama tahapan lifecycle. Misalnya proses financial management dan demand management dalam tahapan Service Strategy.
  • Supporting organization structures and roles – proses-proses ITIL tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa defini roles dan responsibilities. Bagian ini menjelaskan semua aspek yang terkait dengan kesiapan model dan struktur organisasi.
  • Technology considerations – menjelaskan solusi-solusi otomatisasi atau software ITIL yang dapat digunakan pada tahapan lifecycle, serta persyaratannya.
  • Practice Implementation – berisi acuan/panduan bagi organisasi TI yang ingin mengimplementasikan atau yang ingin meningkatkan proses-proses ITIL.
  • Complementary guideline – berisi acuan model-model best practice lain selain ITIL yang dapat digunakan sebagai referensi bagian tahapan lifecycle.
  •  Examples and templates – berisi template maupun contoh-contoh pengaplikasian proses.

Di samping buku-buku dalam core guidance publications, ada juga complementary guidance. Dimana buku-buku dalam kategori nantinya dimaksudkan untuk memberikan model, acuan dan panduan bagi penerapan ITIL pada sektor-sektor tertentu seperti jenis industri tertentu, tipe organisasi serta arsitektur teknologi. Dengan demikian, ITIL akan dapat lebih diterima serta diadaptasi sesuai dengan lingkungan serta behaviour dari setiap organisasi TI.
Siklus Layanan ITIL
Kelima bagian ITIL yang seperti tersebut di atas biasanya disebut juga sebagai bagian dari sebuah siklus. Dikenal pula dengan sebutan Sikuls Layanan ITIL. Secara singkat, masing-masing bagian dijelaskan sebagai berikut.
Service Strategy Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy.
Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.
Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:
1.             Service Portfolio Management
2.            Financial Management
3.            Demand Management
Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.
Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.
Service Design Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.
Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
1.             Service Catalog Management
2.            Service Level Management
3.            Supplier Management
4.            Capacity Management
5.            Availability Management
6.            IT Service Continuity Management
7.            Information Security Management
Service Transition Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1.             Transition Planning and Support
2.            Change Management
3.            Service Asset & Configuration Management
4.            Release & Deployment Management
5.            Service Validation
6.            Evaluation
7.            Knowledge Management
Service Operation Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1.             Event Management
2.            Incident Management
3.            Problem Management
4.            Request Fulfillment
5.            Access Management
Continual Service Improvement Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle

Selasa, 01 Desember 2015

Organisasi

Saya pernah mengikuti organisasi PALASTU (Pecinta Alam SMA Sembilan Tujuh), dalam kegiatan di organisasi ini seluruh anggota wajib mengikuti pelatihan fisik setiap hari sabtu di lapangan sekolah kami. Tujuan-nya untuk melatih otot agar lebih kuat dari sebelumnya, karena kegiatan utama yang kami lakukan adalah mendaki gunung,maka kekuatan fisik dan mental sangat diperlukan.

Karna mendaki gunung membutuhkan waktu 3-8 jam (tergantung gunung yang kita naiki) maka kami perlu meyiapakan alat-alat yang dibutuhkan, antara lain: air meneral,makanan,sleeping bag, sepatu, jaket, baju ganti, dan sarung tangan.Selebih-nya sesuai kebutuhan.

Kami pernah mendaki gunung gede (2958 Mdpl)  pada tgl 14 agustus 2014, kami menuju gunung menggunakan bis. pendakian kami dimulai pukul 04.00 subuh, sekitar jam 04.30 kami menuju ke pos pertama dan mendapatkan pengarahan singkat, lalu kami mulai menaiki kaki gunung.... .Tujuan pertama adalah Alun-alun Surya Kencana,di mana rombongan PALASTU sampai di Di Surya Kencana sekitar pukul 12.00.  Di Surya Kencana ini lah para pendaki mendirikan tenda dan bermalam. Besok-nya jam 8 kami mulai packing dan merapikan tenda tentunya setelah sarapan, pukul 9 baru deh kami melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung sekitar 1 jam dari Surya Kencana. sekitar pukul 10 kami sampai di Puncak Gunung Gede

Dari Puncak Gunung Gede sekitar pukul 11.00 siang kami langsung "turun gunung" melalui jalur pendakian Cibodas. Perjalanan turun gunung ini bener2 butuh perjuangan, karena hujan turun deras sepanjang jalan, kami berjalan di tengah hujan dengan kondisi tanah becek, berlumpur dan sering juga batu-batu jadi licin. Akhir-nya sekitar pukul 7 malam kami sampai dibawah dan langsung kembali kebasecamp (sekolah).

perjalanan itu sangat berkesan karena itu adalah pertama kalinya kami "menaklukan" Gunung Gede.
dan saat melakukan pendakian secara tidak langsung kesolid-an antar anggota terjalin, tanpa disadari.

dampak positif dari kegiatan ini adalah setiap anggota jadi lebih bisa lebih menghargai alam, dan melesarikan alam.

Minggu, 25 Oktober 2015

Joint Venture

PT.GarudaFood 





GarudaFood merupakan perusahaan makanan dan minuman dibawah Tudung Group selaku perusahaan induk. Selain GarudaFood, Tudung Group juga memiliki lini bisnis agri yang beroperasi di bidang pengolahan minyak sawit (Crude Oil Palm) dan kacang.
GarudaFood Group berawal dari PT Tudung, yang didirikan di Pati – Jawa Tengah. Almarhum Darmo Putro merupakan pendiri perusahaan, Beliau adalah mantan pejuang yang memilih untuk terlibat dalam sektor bisnis setelah Indonesia Merdeka.
Pada awal 1987 , TPJ mulai menjual produk kacang tanah dengan menggunakan merek Kacang Garing Garuda, yang kemudian dikenal sebagai : Kacang Garuda. Kacang Garuda telah meraih beberapa penghargaan diantaranya: Indonesian Customer Satisfaction Award ( ICSA ) untuk kategori kacang bermerek selama 14 kali berturut-turut ( 2000-2013 ); Superbrands (2003 – 2004) ; Top Brand for Kids ( 2004); Indonesian Best Brand Award ( IBBA,  2004 – 2013); Top Brand ( 2007 – 2013 )
Ketika perekonomian nasional dilanda krisis ekonomi, pada Desember 1997, PT GarudaFood Jaya (GFJ) didirikan, dengan memproduksi Gery-merek biskuit. Gery Saluut, salah satu produk biskuitnya berhasil meraih Indonesian Best Brand Award (IBBA) dari MARS dan Majalah SWA untuk periode 2005-2011 untuk kategori wafer salut. Pada 2007-2013 Gery Chocolatos meraih IBBA untuk kategori wafer stick.
Pada tahun 1998 GarudaFood mengakuisisi PT Triteguh Manunggal Sejati (TRMS), produsen jeli dan meluncurkan produk jeli dengan merek Okky dan Keffy. Pencapaian Okky jelly telah dibuktikan oleh keberhasilan dalam mendapatkan Top Brand for Kids Award 2004  untuk kategori jelly. Selain Top Brand for Kids, Okky Jelly juga berhasil mendapatkan IBBA (2005-2012). Okky jelly Drink juga meraih Top Brand Award 2007-2013 dari Majalah Marketing bekerja sama dengan Frontier.











Fashion

ShoutCap


ShoutCap adalah merek/brand dengan produk topi. Sesuai dengan namanya –ShoutCap-, desain yang disuguhkan oleh ShoutCap adalah berupa TEXT atau Tulisan, bukan gambar. Dan siapapun yang memesan ShoutCap dipersilakan untuk membuat textnya sendiri, sesuai keinginan, sesuai dengan apa yang ingin ‘dishoutkan’. Karena itu, kita menyebut text di topi ShoutCap dengan ‘SHOUT’. Jika diumpamakan dengan Twitter, kalo di twitter kita ngeTWIT dengan maksimal 140 karakter, nah kalo di ShoutCap, silakan ngeSHOUT dengan maksimal 35 karakter (bisa lebih, tapi ntar ngga bakal keliatan karena tulisannya kecil).


Sistem penjualan ShoutCap adalah pre-order satuan, bukan ready stock. Jadi diperlukan waktu untuk memproduksi, dari mulai setting satu-satu sesuai ordernya Shouters, mencetak sampai proses jahit. Perlu waktu maksimal 10 hari sampai ShoutCap tiba di tangan Shouters. Waktu maksimal 10 hari itu dihitung dari Konfirmasi Pembayaran. Trus Konfirmasi Pembayaran (Payment Confirmation) itu apa sih? Konfirmasi Pembayaran atau Payment Confirmation adalah cara Shouters melaporkan diri bahwa Shouters sudah membayar order. Kenapa Shouters harus melakukan Konfirmasi Pembayaran? Karena ada teman-teman yang melakukan pembayaran melalui transfer menggunakan rekening atas nama orang lain. Admin order harus mencocokkan ID Order untuk menelusuri detail ordernya Shouters. Karena itu waktu pemesanan maksimal 10 hari dihitung dari Konfirmasi Pembayaran, bukan dari waktu pembayaran. Akan lebih mudah bagi Admin Order untuk mencocokkan pembayaran setelah Shouters melakukan Konfirmasi Pembayaran. Gampang kan? Jalurnya memang agak panjang, karena biar bagaimanapun, ShoutCap adalah Custom Order atau pesanan satuan, jadi semuanya harus dilakukan satu-satu dengan teliti. Dan sekarang ada 3 (tiga) alternatif jalur pesanan, yaitu melalui website www.shoutcap.net, Order Form di www.shoutcapblog.com dan melalui SMS (SMS only lho) di +6281931434800.

Struktur





Contoh barang yang diproduksi: