Pengikut

Sabtu, 22 April 2017

POSTER


Dalam membuat tugas poster diatas kami menggunakan software Gimp2. Adapun tools yang dipakai pada poster diatas adalah sebagai berikut :

1. Open as layer digunakan untuk menyisipkan sebuah gambar.  
2. Move tool 
3. Text tool (size, font, color)
4. Scale tool

langkah-langkah dalam pembuatan poster diatas adalah sebagai berikut :

Pertama klik Gimp2 untuk memulai lalu klik file => klik new => klik potrait => klik ok. 




  Klik open as layer untuk menyisipkan sebuah gambar.


Klik scale tool untuk merubah ukuran gambar => klik move tool untuk mengatur letak gambar yang diinginkan. 

Klik text tool untuk menuliskan huruf yang kita inginkan => klik size untuk merubah ukuran huruf => klik font untuk memilih jenis huruf yang kita inginkan => klik color untuk merubah huruf sesuai dengan warna yang kita inginkan. 





Selasa, 28 Maret 2017

TUGAS SOFTSKILL KARAKTER ANIMASI 3D






Karakter ini saya berinama Boomberkids karna terinspirasi dari tokoh utama sebuah game playstation 1 yang berjudul "BoomberMan World".Pada game tersebut Boomberkids adalah robot yang bersahabat.

Karakter ini menggambarkan robot kecil bermuka dan berbadan bulat yang bisa menghancurkan lawan-nya dengan menggunakan bom.

dibuat menggunakan App Blender, dengan 2 objek.




Senin, 09 Januari 2017

Flowchart dan Algoritma Google Now

Google Now adalah asisten pribadi cerdas yang dikembangkan oleh Google. Google Now tersedia dalam aplikasi bergerak Google Search untuk Android dan iOS, serta penjelajah web Google Chrome di komputer pribadi. Google Now menggunakan bahasa antarmuka pengguna alami untuk menjawab pertanyaan, memuat rekomendasi, dan melakukan tindakan dengan mendelegasikan permintaan untuk satu set layanan web. Seiring dengan menjawab pertanyaan-pengguna dimulai, Google Now secara proaktif memberikan kepada pengguna informasi yang memprediksi (berdasarkan kebiasaan pencarian mereka) yang mereka mungkin inginkan. Ini pertama kali disertakan dalam Android 4.1 ("Jelly Bean"), yang diluncurkan pada tanggal 9 Juli 2012, dan pertama kali didukung pada telepon cerdas Galaxy Nexus. Layanan ini tersedia untuk iOS pada tanggal 29 April 2013 tanpa sebagian besar fitur-fiturnya. Google Now dirilis untuk Google Chrome pada tanggal 24 Maret 2014. Popular Science menyebut Google Now sebagai "Inbovation of the Year" untuk tahun 2012. Google Now terutama bersaing dengan asisten seperti Apple Siri dan Microsoft Cortana

Algoritma :
  1. Mulai
  2. Memasukkan suara yang akan di proses
  3. Google now akan membaca suara yang di input, jika suara terbaca maka akan mengubah suara tersebut menjadi teks dan menjalankan perintah yang ada pada teks.
  4. Memberikan hasil sesuai perintah yang dimasukkan.
  5. Jika suara tidak terbaca, google now akan meminta input suara ulang. 

Flowchart:

Manfaat dan fungsi Google Now:
  1. Mempermudah dalam melakukan pencarian.
  2. Dapat meminta petunjuk arah ke Google Maps.
  3. Dapat meminta perkiraan cuaca di daerah yang diminta.
  4. Dapat menanyakan sesuatu.
  5. Menelpon dan mengirimkan sms hanya dengan via suara.
  6. Mengurangi interaksi jari dengan smartphone.
  7. Kamus pribadi.


     Disusun Oleh :


  1.       Aldy Kurniawan Syafawi
  2.       Khalil Muhammad Haqi

Senin, 21 November 2016

REVIEW “SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA KERUSAKAN TELEVISI DENGAN METODE FORWARD CHAINING MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL”

1.Bidang yang dikembangkan
Pada papper ini bidang yang dikembangan oleh penulisnya yaitu pengembangan sistem pakar dengan menggunakan metode forward chaining  yang dibuat dengan PHP dan MySQL sehingga dapat membantu mendiagnosa kerusakan televisi dan memberikan solusi atas kerusakan tersebut.
2.Permasalahan (Problem)
Permasalahan secara umum terjadi  karena televisi merupakan salah satu media informasi dan komunikasi yang populer saat ini.  Patut disayangkan jika pengetahuan masyarakat yang tertarik tentang televisi umumnya masih kurang sehingga dalam perawatan maupun pengoperasiannya menjadi kurang maksimal. Terkadang untuk mencari sumber kerusakan secara cepat menjadi suatu kendala tersendiri yang harus dipecahkan. Permasalahan kerusakan televisi secara garis besar dapat dibedakan dalam enam kategori yaitu kerusakan pada power supply, kerusakan pada integrated circuit program, kerusakan pada antena / tuner, kerusakan pada bagian vertikal/horisontal, kerusakan pada suara, dan kerusakan pada bagian warna.
3.Solusi
Solusi dari permasalahannya,  sesuai dengan kemampuan dari sistem pakar yang merupakan salah satu cabang dari ilmu kecerdasan buatan yaitu mampu meniru penalaran dari seorang pakar pada bidang ilmu tertentu. Sistem aplikasi ini membantu pakar televisi maupun masyarakat dalam melakukan konsultasi kerusakan televisi secara efektif dan efisien.  Perancangan aplikasi sistem pakar ini menggunakan metode forward chaining yang digunakan untuk menguji faktor-faktor yang dimasukkan dengan aturan yang disimpan dalam sistem hingga dapat diambil suatu keputusan.
4.Kontribusi
Kontribusi dari penelitian ini adalah membantu pengguna televisi  mendiagnosa masalah atau kerusakan pada televisi dengan aplikasi yang telah dibangun dan dirancang , sehingga kerusakan yang dialami dapat diketahui dan dapat diatas dengan solusi yang diberikan.
5. Kritik
 1. Sistem pakar ini hendaknya dilakukan evaluasi sistem secara berkala sehingga dapat dihasilkan sistem yang lebih baik.
2. Sistem pakar ini hanya menggunakan beberapa contoh gejala-gejala dan jenis kerusakan yang ada saat ini dan masih terbatas, namun demikian perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam bidang elektronika sangatlah pesat, sehingga data-data kerusakan yang ada pada sistem ini masih perlu dikembangkan lagi.
Daftar Pustaka
Arhami, Muhammad, 2005, Konsep Dasar Sistem Pakar, Andi, Yogyakarta.
Giarratano, Joseph. 1998. Expert Systems Principles and Programming. PWS Publishing Company, a division of Thomson Learning. USA.
Hartati, Sri dan Sari Iswanti. 2008. Sistem Pakar dan Pengembangannya. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Jogiyanto, HM. 2005. Analisa & Desain. Andi. Yogyakarta
Kusrini. 2006. Sistem Pakar Teori dan Aplikasi. Andi. Yogyakarta
Kusumadewi, Sri, 2003, Artitificial Intelegence (Teknik dan Aplikasinya). Graha Ilmu. Yogyakarta
Madcoms. 2010. Kupas Tuntas Adobe Dreamweaver CS5 dengan Pemrograman PHP & MySQL. Andi. Yogyakarta
Mandal, Indrajit. 2010. An Expert System for Diagnosis of Human Diseases. 1(13) : 71-73
Nugroho, Bunafit. 2007. Membuat Aplikasi Sistem Pakar dengan PHP dan Editor Dreamweaver. Gava Media. Yogyakarta
Pressman, Roger S. 1997. Software Engineering:A Practitioner’s Approach. The McGraw-Hill Companies Inc. Terjemahan Hamaningrum, LN.2002. Rekayasa Perangkat Lunak : Pendekatan Praktisi. Andi. Yogyakarta
Sholiq. 2006. Pemodelan Sistem Informasi Berorientasi Obyek dengan UML. Graha Ilmu. Yogyakarta
Sidik, Betha. 2003. MySQL. Informatika Bandung. Bandung
Turban, E, 1995, Decision Support System and Expert System. Prentice Hall International Inc. New Jersey
Wahana Komputer. 2010. Panduan Belajar MySQL Database Server. Media Kita. Jakarta
Wahyono, Teguh. 2005. PHP Triad Fundamental, Gava Media. Yogyakarta

Yakub. 2008. Sistem Basis Data Tutorial Konseptual. Graha Ilmu. Yogyakarta

Senin, 25 April 2016

SIX SIGMA

SIX SIGMA 
5.  Metode Six Sigma

Pengertian Six  Sigma
Secara umum, Six Sigma adalah suatu metodologi yang dipergunakan untuk melakukan upaya perbaikan dan peningkatan proses yang berkesinambungan atau terus menerus (Continuous Improvement). SIX SIGMA berasal dari kata SIX yang berarti enam (6) dan SIGMA yang merupakan satuan dari Standard Deviasi yang juga dilambangkan dengan simbol σ, Six Sigma juga sering di simbolkan menjadi 6σ. Makin tinggi Sigma-nya, semakin baik pula kualitasnya. Dengan kata lain, semakin tinggi Sigma-nya semakin rendah pula tingkat kecacatan atau kegagalannya. Seperti Tabel konversi Sigma dibawah ini.
Strategi yang dilakukan oleh Six Sigma adalah :
  • Fokus terhadap Kepuasan dan Kebutuhan Pelanggan (Customer Focused)
  • Menurunkan tingkat kecacatan (Reduce Defect)
  • Berkisar di sekitar Pusat Target (Center around Target)
  • Menurunkan Variasi (Reduce Variation)
Konsep dasar dari Six Sigma sebenarnya berasal dari gabungan Konsep TQM (Total Quality Management) dan Statistical Process Control (SPC) dimana kedua konsep tersebut berasal dari pemikiran-pemikiran para pakar seperti Deming, Ishikawa, Walter Shewhart dan Crossby. Dalam perkembangannya, Six Sigma yang mulanya adalah sebuah metric berkembang menjadi sebuah  Metodologi dan saat ini sudah menjadi sebuah Sistem Manajemen.

Dalam Penerapan Six Sigma, target atas kecacatan atau kegagalan proses dikontrol dalam target 3,4 DPMO (Defects per Million Opportunities  atau Kegagalan per sejuta kesempatan) yang artinya dalam 1 Juta unit produk yang diproduksi hanya ada 3,4 unit yang cacat. Berarti perusahaan memproduksi produk dengan tingkat kepuasan pelanggan mencapai 99,9997%.

a. Define (D)
Langkah ini adalah langkah operasional awal dalam program peningkatan kualitas six sigma. Pada tahap define ada 2 hal yang perlu dilakukan yaitu:
·         Mendefinisikan proses inti perusahan
·         Mendefinisikan kebutuhan spesifik kebutuhan pelanggan
  1. Pendefinisian Kriteria Pemilihan Proyek Six Sigma, dimana pemilihan proyek terbaik adalah berdasarkan identifikasi proyek yang terbaik sepadan dengan kebutuhan, kapabilitas, dan tujuan organisasi sekarang.
  2. Pendefinisian Peran Orang-orang yang Terlibat dalam Proyek Six Sigmasesuai dengan pekerjaannya
  3. Pendefinisian Kebutuhan Pelanggan dalam Proyek Six Sigma berdasarkan kriteria pemilihan proyek Six Sigma dimana proses transformasi pengetahuan dan metodologi Six Sigma melalui sistem pelatihan yang terstruktur dan sistematik untuk kelompok orang yang terlibat dalam programSix Sigma.
  4. Pendefinisian Proses Kunci Beserta Pelanggan dari Proyek Six Sigma yang dilakukan sebelum mengetahui model proses “SIPOC (Suppliers-Inputs-Processes-Outputs-Customers)”. SIPOC adalah alat yang berguna dan paling banyak digunakan dalam manajemen dan peningkatan proses. Atau “SIRPORC (Suppliers-Inputs Requirements-Processes-Output Requirements-Customers) apabila kebutuhan Input dan Output dimasukkan ke dalam SIPOC dan persyaratan Output harus berkaitan langsung dengan kebutuhan pelanggan.
  5. Pendefinisian Kebutuhan Spesifik dari Pelanggan yang Terlibat dalam Proyek Six Sigma
  6. Pendefinisian Pernyataan Tujuan Proyek Six Sigma, dimana pernyataan tujuan proyek yang harus ditetapkan untuk setiap proyek Six Sigma terpilih adalah benar apabila mengikuti prinsip SMART, yaitu Spesifik, Measureable, Achievable-Result-oriented, Time-bound.
  7. Daftar Periksa pada Tahap DEFINE (D) untuk memudahkan sekaligus meyakinkan kita bahwa kita telah menyelesaikan tahap DEFINE (D) dengan baik.
b. Measure (M)
Dalam langkah yang kedua dalam tahapan operasional pada program peningkatan kualitas Six Sigma terdapat 3 hal pokok yang dilakukan yaitu: 
·         Menentukan karakteristik kualitas kunci
·         Mengembangkan rencana pengumpulan data
·         Pengukuran baseline kinerja

c. Analyze (A)
Analyze merupakan langkah operasional ketiga dalam program peningkatan kualitas. Pada tahap ini, tiga hal yang perlu dilakukan yaitu:
·         Menentukan stabilitas dan kemampuan proses
·         Menentukan target kinerja dari karakteristik kualitas kunci
Konseptual penetapan target kinerja dalam program pendekatan kualitas Six Sigma merupakan hal yang sangat penting, oleh karena itu harus mengikuti prinsip dari SMART (specific-measurable-achievabl-result oriented-time bound) yaitu :
o    Specific, target kinerja berkaitan langsung dengan peningkatan kinerja dari setiap karakteristik kualitas kunci yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pelanggan dan mempengaruhi kepuasan pelanggan.
o    Measurable, target kinerja harus dapat diukur dengan menggunakan indikator pengukuran yang tepat, guna mengevaluasi keberhasilan, peninjauan ulang, dan tindakan perbaikan di waktu mendatang.
o    Achievable, target kinerja peningkatan kualitas harus dapat dicapai melalui usaha yang menantang.
o    Result-oriented, target kinerja dari peningkatan kualitas harus berfokus pada hasil-hasil berupa peningkatan kinerja karakteristik kualitas kunci.
o    Time-bound, target kinerja harus menetapkan batas waktu pencapaian target karakteristik kualitas kunci dan target tersebut harus tercapai pada batas waktu yang telah ditetapkan.
·         Mengidentifikasi sumber-sumber dan akar penyebab masalah kualitas
Pada proses analyze terdapat pemilihan peta kontrol yang disini digunakan peta kontrol-u karena data yang digunakan adalah data atribut dengan ukuran sampel yang berbeda-beda. Data yang dikumpulkan berupa jumlah ketidaksesuaian dalam sampel. Banyaknya ketidaksesuaian rata-rata per unit dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
d. Improve (I)
Setelah sumber-sumber dan akar penyebab masalah kualitas teridentifikasi, maka perlu dilakukan penetapan rencana tindakan untuk melakukan peningkatan kualitas Six Sigma. Pada dasarnya rencana-rencana tindakan akan mendeskripsikan tentang alokasi sumber-sumber daya serta prioritas dan/atau alternatif yang dilakukan dalam implementasi dari rencana tersebut.
e. Control (C)
Sebagai bagian dari pendekatan Six Sigma, perlu adanya pengawasan untuk meyakinkan bahwa hasil yang diiginkan sedang dalam proses pencapaian. 

http://sixsigmaindonesia.com

Rabu, 23 Maret 2016

TUGAS 2


Ada lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup atau proses layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah :



1. Define
Define adalah penetapan sasaran dari aktivitas peningkatan kualitas Six Sigma. Pada bidang operasional sasaran tersebut dapat berupa penurunan tingkat produk cacat dan biaya operasional serta peningkatan output produksi dan produktivtas.

2. Measure
measure merupakan tahap dimana melakukan pemetaan proses, pengevaluasian sistem pengukuran dan menaksir kemampuan baseline kinerja dalam perusahaan.

3.Analisis
merupakan tahap dimana perusahaan harus mencari dan memahami mengapa produk-produk cacat dapat terjadi. Pada tahap ini, perusahaan melalui Six Sigma mereka, mencari input mana saja yang mempengaruhi kualitas output.

4. Improve
Pada langkah ini ditetapkan suatu rencana tindakan untuk meningkatkan kualitas Six Sigma. Tim peningkatan kualitas harus mengetahui target yang harus dicapai,

5. Control
Pada tahap ini hasil-hasil peningkatan kualitas didokumentasikan dan disebarluaskan, praktek-praktek terbaik yang sukses dalam meningkatkan proses distandarsasikan dan disebarluaskan,

Masalah : Sebuah perusahaan produk peternakan mengalami kehilangan di 100 kiosnya
analisis six sigma : Masalah tersebut berawal dari panen apel yang selalu di salahsatu apel tersebut ada yang cepat membusuk. Apel yang cepat membusuk tersebut disimpan di tempat yang sama dengan apel apel lainnya, sehingga kebusukan pada apel pertama menular ke apel lainnya. mengetahui hal tersebut, perusahaan tersebut kemudian melakukan penyimpanan apel dengan membungkusnya terpisah atau 1 per satu jadi masalah tersebut pun terpecahkan

Sumber Ref:
http://anita-widynugroho.blogspot.co.id/2011/03/six-sigma.html